
dengan hitungan hari
waktu terasa begitu cepat berlalu
detik-detik melewati menit yang menakutkan
ada aku, sunyi dan kerinduan
sulit melukiskan ketika aku harus mengucapkan kata berpisah
sedang kan hati ku berkata lain
aku menciptakan pedih ku sendiri
hingga sakit itu tumbuh seperti pohon berduri
kini aku merangkak untuk terus berjalan membawa sebelah hati ku yang remuk
satu dari sekian banyak nya kepingan hilang bertebaran entah kemana terbawa badai
aku merintih perih tanpa air mata
namun aku harus kuat untuk membuktikan bahwa cinta ku hidup selamanya
aku yang menciptakan dari sekian banyak cerita itu
cerita yang penuh air mata dan lara
aku yang membuat cerita itu menjadi sebuah mimpi buruk untuk malam ku
hingga aku takut untuk menutup mata ku sendiri meski hanya sedetik saja
seakan malam menjadi musuh ku yang paling mengerikan saat ini
ku coba melawan rasa takut itu
mencoba tetap bertahan dalam kegelapan meski tanpa dirimu lagi
tapi aku terlalu rapuh untuk berdiri diatas kaki ku sendiri
dan aku butuh tongkat
tapi tongkat itu malah patah oleh kecerobohan ku sendiri
kini aku dilema
aku terlalu banyak menghabiskan waktu hanya untuk memikirkan kesalahan ku
sampai ku sadari aku benar-benar hampa






Tidak ada komentar:
Posting Komentar