My Memo My History "Welcome My Memo"

26 Jul 2010

Amarah

 Tamparan yang pelan tapi menykitkan
Membuat terbakar seperti terpanggang hidup-hidup
Amarah itu seperti matahari sejengkal di kepala
kulit-kulit melepuh pedih sampai ke jantung
Kehausan menjadi tujuan yang harus dipenuhi
Berlari tanpa tujuan bukan lagi halangan untuk tetap memaksa hati
tujuan itu membentang bak permadani
hanya meniti satu demi satu duri langkah itu tak kan surut untuk menggapainya
mungkin akan sedikit berdarah
tapi pengorbanan akan menghasilkan hasil yang luar biasa
seperti para musafir yang berjalan tanpa alas kaki
mengitari padang pasir yang tak berujung

25 Jul 2010

Senja


secercah senja jingga mewarnai langit
perlahan mentari mulai terbenam seakan meneggelamkan bumi
masih ku rasa hangat nya sisa-sisa terakhir cahaya nya
dimana aku berdiri bersama mu menatap masa depan yang indah

ada rasa yang sama yang tak bisa kita ungkapkan
ada perasaan yang indah tapi tak bisa kita gambarkan
ada kerinduan yang begitu dalam yang tak bisa kita bayang kan
semua berawal dari sebuah kata
"CINTA"

sedikit asa sudah cukup untuk ku merangkai makna
segenggam suka mungkin mampu merubah segalanya
butuh kepastian yang nyata untuk perasaan kita
hanya ada satu dari dua hal yang menyatu
membentuk sebuah hati dari mimpi yang terpatri
ingin saling memiliki


mmm....
wangi nya keindahan bak mawar muda yang baru merkah
kuncup nya menyebarkan semerbak aroma penuh arti
yang tertulis tentang kau, aku dan kisah kita


Remuk


dengan hitungan hari
waktu terasa begitu cepat berlalu
detik-detik melewati menit yang menakutkan
ada aku, sunyi dan kerinduan
sulit melukiskan ketika aku harus mengucapkan kata berpisah
sedang kan hati ku berkata lain

aku menciptakan pedih ku sendiri
hingga sakit itu tumbuh seperti pohon berduri
kini aku merangkak untuk terus berjalan membawa sebelah hati ku yang remuk
satu dari sekian banyak nya kepingan hilang bertebaran entah kemana terbawa badai
aku merintih perih tanpa air mata
namun aku harus kuat untuk membuktikan bahwa cinta ku hidup selamanya

aku yang menciptakan dari sekian banyak cerita itu
cerita yang penuh air mata dan lara
aku yang membuat cerita itu menjadi sebuah mimpi buruk untuk malam ku
hingga aku takut untuk menutup mata ku sendiri meski hanya sedetik saja
seakan malam menjadi musuh ku yang paling mengerikan saat ini

ku coba melawan rasa takut itu
mencoba tetap bertahan dalam kegelapan meski tanpa dirimu lagi
tapi aku terlalu rapuh untuk berdiri diatas kaki ku sendiri
dan aku butuh tongkat 
tapi tongkat itu malah patah oleh kecerobohan ku sendiri

kini aku dilema
aku terlalu banyak menghabiskan waktu hanya untuk memikirkan kesalahan ku
sampai ku sadari aku benar-benar hampa